Selasa, 26 April 2011

Sanggar Sastra



Anda sebagai guru bahasa Indonesia memiliki kewajiban untuk membina sanggar bahasa dan sastra Indonesia di sekolah tempat Anda mengajar. Mata kuliah sanggar bahasa dan sastra Indonesia sangat diperlukan oleh Anda untuk membantu memahami apa sebenarnya sanggar bahasa dan sastra Indonesia, kegiatan apa saja yang terdapat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia, dan bagaimana cara mengelola kegiatan-kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, materi yang disajikan dalam mata kuliah ini adalah materi yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang terdapat di dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia, yaitu hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia (pengertian, fungsi, tujuan, sasaran, dan ruang lingkup sanggar bahasa dan sastra Indonesia), aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia, penerbitan majalah sekolah dan majalah dinding, kepewaraan dan pidato, penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi dan cerpen, penyelenggaraan drama radio dan drama panggung
Setelah mempelajari mata kuliah ini, secara khusus Anda diharapkan dapat:
1. menjelaskan hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia;
2. menjelaskan aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia;
3. menulis dan menyunting tulisan untuk majalah sekolah dan majalah dinding;
4. menerbitkan majalah sekolah;
5. menerbitkan majalah dinding;
6. melakukan kegiatan kepewaraan;
7. melakukan kegiatan pidato;
8. menyelenggarakan kompetisi apresiasi puisi;
9. menyelenggarakan kompetisi apresiasi cerpen;
10. menyelenggarakan drama radio;
11. menyelenggarakan drama panggung

Sesuai dengan bobot mata kuliah ini, yaitu 2 sks dan juga tujuan yang ingin dicapai tersebut, mata kuliah ini terdiri dari 6 (enam) modul sebagai berikut.
Modul 1: Hakikat dan Aktivitas Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia
Modul 2: Majalah Sekolah
Modul 3: Majalah Dinding
Modul 4: Kepewaraan dan Pidato
Modal 5: Kompetisi Apresiasi Puisi dan Cerpen
Modal 6: Penyelenggaraan Drama Radio dan Drama Panggung

Agar tujuan yang dirancang dapat Anda kuasai dengan baik maka Anda harus mempelajari setiap modul dengan cermat. Kerjakan semua latihan dan tugas yang diberikan dengan benar dan tepat. Tetaplah menjaga semangat Anda dalam belajar.

Selamat Belajar Semoga Anda Sukses!




Hakikat Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia
Sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah kegiatan yang mempelajari, mengkaji, memproduksi, dan mengkreasikan bahasa dan sastra Indonesia dalam berbagai ragam dan tujuan. Kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Indonesia misalnya majalah sekolah, majalah dinding, penyuntingan bahasa, kepewaraan, dan pidato. Kegiatan yang berkaitan dengan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi, apresiasi cerpen, drama radio, dan drama panggung.
Secara garis besar, fungsi sanggar bahasa dan sastra Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua fungsi: (1) sosial dan (2) personal atau individual. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi sosial: (a) menjadi alat pemersatu warga sekolah, (b) alat berkomunikasi, (c) alat edukatif. Dalam kaitannya dengan fungsi personal individual, sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi ekspresif, regulatori, referensial, heuristik, estetik, dan kreatif.
Ada berbagai tujuan sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Tujuan ini meliputi aspek kognitif (pengetahuan), psikomotor (keterampilan), dan afektif (sikap). Tujuan ini dibedakan atas jangka pendek dan jangka panjang.
Tujuan jangka pendek sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan bahasa Indonesia, misalnya majalah sekolah, majalah dinding, penyuntingan, kepewaraan, dan pidato. Selain itu, sanggar bahasa dan sastra Indonesia bertujuan untuk membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi, apresiasi cerpen, drama radio, dan drama panggung.
Tujuan jangka panjang sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas, jiwa mandiri, kritis siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya).
Sasaran pengelolaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah (1) siswa, (2) guru bahasa dan sastra Indonesia, (3) penutur asli bahasa Indonesia, dan (4) pemakai bahasa Indonesia sebagai bahasa asing.
Ruang lingkup kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia meliputi kegiatan produksi dan kreasi bahasa dan sastra Indonesia. Adapun materi sanggar meliputi (1) majalah sekolah, (2) majalah dinding, (3) penyuntingan bahasa, (4) kepewaraan, (5) pidato, (6) apresiasi puisi, (7) apresiasi cerpen, (8) drama radio, dan (9) drama panggung.

Aktivitas Produktif dan Kreatif dalam Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia  
Aktivitas produktif dan kreatif merupakan ciri khas sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Aktivitas produktif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia mengharuskan adanya aktivitas yang menghasilkan karya bahasa dan sastra Indonesia. Hasil ini harus bermanfaat baik bagi diri siswa, guru, kepala sekolah, pegawai sekolah, maupun masyarakat pada umumnya. Di dalam sanggar semua yang terlibat juga harus kreatif.
Orang-orang yang terlibat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia harus kreatif. Mereka merupakan orang-orang kreatif yang mempunyai ide atau produk kreatif, selalu berproses kreatif dan terlibat dalam lingkungan kreatif.
Sanggar bahasa dan sastra Indonesia dikembangkan berdasarkan beberapa prinsip. Prinsip itu adalah (a) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta sanggar dan lingkungannya; (b) beragam; (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan; (d) menyeluruh dan berkesinambungan; (e) belajar sepanjang hayat.
Dalam pelaksanaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia menggunakan beberapa prinsip. Prinsip itu adalah (a) didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta sanggar untuk menguasai potensi yang berguna bagi dirinya; (b) dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar; (c) memungkinkan peserta sanggar mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta; (d) dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta sanggar yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat; (e) dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar; (f) dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan secara optimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar