Selasa, 26 April 2011

Penelitian Pengajaran Bahasa



Penelitian Berdasarkan Tingkat Eksplanasi
   Eksplanasi artinya penjelasan, tingkat eksplanasi artinya tingkat atau kadar penjelasan. Tingkat penjelasan dalam penelitian bisa dibagi tiga yaitu penelitian deskriptif, komparatif, dan asosiatif.
a. Penelitian Deskriptif
   Penelitian deskriptif adalah  penelitian yang dilakukan terhadap variabel mandiri, tanpa dibandingkan atau dihubungkan dengan variabel lain. Peneliti berusaha mendapatkan data apa adanya kemudian menggambarkan (mendeskripsikan) apa adanya. Kinerja peneliti dalam penelitian ini mirip kinerja seorang fotografer, fenomena atau variabel yang diteliti didata karakteristiknya (difoto) kemudian dijelaskan seperti apa adanya (dicetak jadi foto yang menggambarkan objek apa adanya.
Contoh: penelitian  terhadap  kemampuan menulis paragraf  siswa kelas  VII  SMP 20  Bandung  tahun pelajaran 2005-2006. Pengumpulan data  dilakukan dengan cata tes  menulis paragraf. Hasil tes kemudian dideskripsikan untuk menggambarkan tingkat kemampuan atau keterampilan siswa SMP tersebut dalam menulis paragraf.
b. Penelitian Komparatif          
Penelitian komparatif adalah penelitian yang bersifat membandingkan dua variabel atau lebih. Kedua variabel bisa jadi tidak berhubungan atau mandiri. Tujuan penelitian ini antara lain untuk bisa menentukan mana yang lebih baik atau mana yang sebaiknya dipilih.
 Contoh : perbandingan kemampuan membaca siswa  laki-laki dan siswa perempuan di  SDN I Sayang  Sumedang. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes kemampuan membaca siswa laki-laki dan perumpuan. Hasil tes kelompok laki-laki dan perempuan dipisahkan. Lalu dilakukan perhitungan jumlah dan rata-rata hasil tes kedua kelompok. Dari rata-rata hasil tes sudah bisa dilihat ada tidaknya perbedaan. Tetapi untuk mengetahui lebih pasti  signifikan tidaknya perbedaan itu, bisa dilakukan pengujian secara statistik yaitu dengan menggunakan uji t (T-test)  atau ANOVA.

c. Penelitian Asosiatif
   Penelitian asosiatif adalah  penelitian yang berusaha mencari hubungan antara satu varibal dengan varibal lain. Hubungannya bisa simetris, kausal, atau interaktif. Hubungan simetris  adalah hubungan anatara dua variabel yang bersifat sejajar, sama. Contoh penelitian asosiatif simetris : hubungan antara kemampuan matematis dengan kemampuan berbahasa.  Hubungan kausal adalah hubungan yang  bersifat sebab-akibat. Salah satu variabel (independen) mempengaruhi variabel yang lain (dependen). Contoh penelitian kausal :  pengaruh kekerapan membaca terhadap kemampuan efektif membaca. Hubungan interaktif adalah hubungan antar variabel yang saling mempengaruhi. Contoh : Hubungan kepandaian dengan kekayaan (Diasumsikan kepandaian membuat orang bisa kaya, dan sebaliknya karena kaya orang mempunyai biaya untuk belajar sehingga pandai).
Teknik analisis penelitian asosiatif  menggunakan teknik analisis kuantitatif (statistik). Perhitungan untuk mengatahui hubungan dan pengaruh antar variabel itu  antara lain perhitungan koefesien korelasi  rank Spearman dan  Person Product moment.

D. Ruang Lingkup Penelitian Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
   Berbicara tentang ruang lingkup penelitian pengajaran bahasa dan sastra Indonesia berarti berbicara tentang  cakupan dan  apa saja yang bisa dijadikan objek penelitian.  Apapun bisa dijadikan objek penelitian, selagi hal itu dirasakan perlu dan bisa diteliti. Fenomena alam, benda-benda, ujaran, percakapan, naskah sastra, kejadian-kejadian di sekitar kita, fakta-fakta, data-data, ataupun  informasi tentang apa saja bisa dijadikan objek penelitian. Dalam bidang pengajaran bahasa dan sastra indonesia,  rung lingkupnya  bisa mencakup :  aspek yang berkaitan dengan pengajaran (guru, siswa, metode, materi, kurikulum, media, dll.); aspek yang berkaitan dengan bahasa (fon, fonem, morfem, frasa, klausa, kalimat, paragraf, wacana); aspek yang berkaitan dengan sastra (teori sastra, sejarah sastra, karya sastra, apresiasi sastra, ekspresi sastra, kreasi sastra); atau gabungan dari aspek-aspek tadi  yaitu  aspek pengajaran bahasa atau  aspek pengajaran sastra.
Untuk program studi pendidikan bahasa,  sastra Indonesia dan daerah, Ruang lingkup tersebut bisa dilihat sebagai bidang kajian penelitian bagi para mahasiswa untuk menyelesaikan  tugas akhir atau penyusunan skripsi. Pada setiap bidang kajian terdapat banyak sekali topik-topik  yang potensial dijadikan objek penelitian.
Bidang kajian pertama, yaitu pengajaran, meliputi unsur guru, siswa, materi atau bahan ajar, metode pembelajaran, teknik-teknik pembelajaran, kurikulum, sarana-prasarana, kepala sekolah dan pengelola, lingkungan sosial dll. Salah stu yang bisa dijadikan objek penelitian adalah unsur guru. Unsur guru sangat potensial dijadikan objek penelitian. Kedudukannya begitu penting, bisa dikatakan sebagai faktor utama  dalam pendidikan. Topik-topik yang bisa digali dan dijaikan objek penelitian  yang terkait dengan guru antara lain:  tingkat pendidikan, latar belakang sosial-ekonomi, penguasaan materi, penguasaan metode dan teknik , gaya mengajar,  cara pandang guru terhadap siswa dll.
Bidang kajian yang terkait dengan materi atau bahan ajar juga sangat banyak. Setidaknya, kita bisa mengelompokkannya menjadi kelompok bahan ajar kebahasaan, kesastraan, keterampilan berbahasa, dan keterampilan bersastra. Bidang kebahasaan, mencakup  kajian terhadap bunyi, ejaan, suku kata, morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf, dan wacana.  Setiap aspek tersebut bisa dipecah lagi menjadi topik-topik yang lebih spesifik.  Misalnya, kajian bidang ejaan saja bisa dipecah lagi menjadi  kaidah penulisan kata, huruf, tanda baca, angka dll. Untuk bidang kajian kata, bisa dipecah menjadi kata dasar, kata jadian. Untuk  kata jadian, bisa dipecah lagi menjadi topik yang lebih spesifik seperti kata ulang, kata berimbuhan, dan kata majemuk. Penjabaran bidang kajian menjadi cabang, bahkan ranting (topik yang sangat spesifik) bisa kita lakukan untuk mencari dan memilih objek penelitian  yang feasible (bisa) dilakukan untuk penulisan skripsi.
Bidang kajian yang menyangkut sastra juga sangat luas. Untuk bidang karya sastra saja, ada jenis puisi, prosa, dan drama. Setiap jenis bentuk karya tersebut  beragam bisa dilihat dari bentuk formalnya, maupun masanya (sastra lana, baru, dan modern). Jumlah karya sastra seperti puisi, prosa, dan drama pun tidak terhitung jumlahnya. Itu semua bisa dijadikan topik kajian penelitian untuk skripsi.
Bidang kajian yang terkait dengan siswa, bisa dikaitkan dengan tingkat kompetensi siswa. Kompetensi tersebut bisa dikaitkan langsung dengan bahan ajar. Misalnya, penguasaan siswa dalam pelafalan huruf, penguasaan jenis-jenis morfem, penggunaan kata berafiks dalam kalimat, kemampuan  menggunakan frasa,  menyusun kalimat, merangkai paragraf, menyusun karangan dll. Setiap contoh bidang kaian tersebut bisa dijabarkan lebih detail lagi. Sebagai contoh, yang berkaitan dengan kemampuan mengarang, bisa dijabarkan berdasarkan jenis karangannya (deskripsi, eksposisi, argumentasi, narasi, dan persuasi) atau berdasarkan pola pengembangannya (kronologis, topikal, sebab-akibat, pemecahan masalah dll.).
Bidang kajian yang terkait dengan pembelajaran, antara lain pemilihan dan penggunaan model, strategi, metode, ataupun teknik pembelajaraan. Kita mengetahui bahwa banyak sekali model mengajar (sinektik, jigsau, inkuiri, dll.), metode mengajar (simulasi, tanya-jawab,  ceramah, dll.), maupun teknik mengajar (bertanya, tugas, ceramah dll.) yang bisa dijadikan bahan eksperimen penelitian.  Banyaknya variasi dan temuan-temuan baru tentang model, metode, dan teknik  pembelajaran bisa kita jadikan topik penelitian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar